ONE DAY ONE HADIST
Jumat, 29 Maret 2019 / 22 Rojab 1440
Berlindung Dari Empat Fitnah yang Membahayakan
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullahi ﷺ bersabda, :Apabila diantara kalian telah tasyahud akhir, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal, , beliau mengucapkan “ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABILQABRI, WA MIN FITNATILMAHYA WALMAMATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIHIDDAJJAL.”
Artinya: Ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa Jahannam, siksa kubur, dari fitnahnya kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnahnya Al Masih Ad-Dajjal.” (HR. Muslim, N0. 588)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :
1- Nabi shalallahu alaihi wa salam menganjurkan pada sahabat dan juga umatnya untuk berdoa dan berlindung dari 4 hal sebelum salam. Karena diakhir shalat sebelum salam waktu makbulnya doa.
2- Diantara lafadz doa yang diajarkan adalah sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis diatas.
“ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABILQABRI, WA MIN FITNATILMAHYA WALMAMATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIHIDDAJJAL.”
Artinya: Ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa Jahannam, siksa kubur, dari fitnahnya kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnahnya Al Masih Ad-Dajjal.”
3- Mengapa kita harus berlindung dari empat hal?
a- Berlindung dari dari siksaan neraka jahannam
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ
Ya allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam
Rahasia Nabi shalallahu alaihi wa salam menempatkan urutan pertama berlindung dari adzab Jahannam karena neraka bagian dari akhirat dimana lamanya waktu 1:1000 dari waktu di dunia. Sebagaimana dalam hadis nabi,
(يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ ، خَمْسِ مِئَةِ عَامٍ)
“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.”
b- Berlindung dari Adzab Kubur
وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu) Dan dari siksa kubur
Begitu dahsyatnya siksa kubur sampai-sampai khalifah Utsman bin Affan radhillahu ‘anhu menangis tatkala melewati pemakaman. Suatu hari ada seorang bertanya kepadanya,
تذكر الجنة والنار ولا تبكي وتبكي من هذا؟
“Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
إن القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه
“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “hasan gharib”. Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Misykah al-Mashabih)
c- Berlindung dari Fitnah Kehidupan Dunia dan Kematian
وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu) dari fitnahnya kehidupan dunia dan kematian
Fitnah hidup: semua fitnah yang dijumpai seseorang dalam hidupnya. Baik yang menimpa agamanya atau urusan dunianya. Seseorang mendapatkan musibah yang menimpa dirinya, hartanya, keluarganya, kerabatnya, dst. Demikian pula, termasuk fitnah hidup adalah fitnah yang menimpa agama seseorang. Seperti penyimpangan dari agama dan syariat Allah, termasuk fitnah bagi kehidupan manusia.
Sedangkan fitnah kematian, diantaranya adalah adzab kubur. Mayit ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir. Semua pertanyaan dan ancaman siksa di kuburan, termasuk fitnah kematian.
d- Berlindung dari Keburukan Fitnah Dajjal Al-Masih
وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu) dari keburukan fitnah Al Masih Ad Dajjal
Dajjal merupakan fitnah terbesar umat ini di akhir zaman, sehingga para Nabi selalu mewanti-wanti umatnya dari fitnah Dajjal. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946)
Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:
1- Perbandingan antara waktu didunia dan akhirat
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47).
Adapun orang kafir di akhirat dua kali lebih lama disbanding orang beriman, Allah Ta’ala berfirman,
فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun (QS. Al Ma’arij: 4)
2- Begitu lamanya waktu di akhirat, kondisi ini akan diperparah ketika seseorang masuk ke dalam seburuk-buruk tempat yaitu neraka jahanam
إنها سآءت مستقراً ومقاماً
“Sesungguhnya neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” (QS. Al-Furqan: 66).
3- Adzab kubur begitu mengerikan, bahkan orang kafir akan ditampakkan oleh Allah ‘azza wa jalla neraka tiap harinya. Sebagaimana firaun dan bala tentaranya
وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ، النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“.” (QS. Al Mu’min: 45-46)Lr